Sabtu, 11 Desember 2010

hukum oral sex

Hukum oral sex ?

Pertanyaan :

  1. Apa hukumya istri melakukan oral sex pada suaminya?
  2. Apa hukumya istri melakukan onani pada suaminya sendiri?

Jawaban yang sudah ada :

Oral sex adalah terlarang mengingat:

  1. Allah berfirman, yang artinya: “Maka setubuhilah mereka di tempat yang Allah perintahkan kepadamu.” (QS. Al-Baqoroh: 222). Tempat yang Allah perintahkan adalah farji dan bukan mulut.
  2. Perbuatan tersebut dilakukan oleh orang-orang kafir, dan menyerupai orang-orang kafir adalah haram.
  3. Mulut adalah tempat yang mulia, seperti untuk berzikir, baca Al-Qur’an dan lain-lain, sedangkan farji adalah tempat yang kotor (tempat keluarnya air kencing dan madzi). Bagaimanakah tempat yang kotor diletakkan di tempat yang mulia? Atau sebaliknya…
  4. Dalil fitrah, oral sex adalah menjijikkan menurut orang-orang yang memiliki fitrah yang bersih dan berakal sehat.
  5. Beberapa ulama yang berpendapat bahwa oral sex terlarang (baca: haram -ed), diantaranya Syaikh Al-Albani, Syaikh Bin Baz, Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali dan Syaikh Masyhur Al-Salman. (Lihat majalah Al Furqon, Gresik, ed. 3 th. III hal. 6).

Onani yang dilakukan oleh tangan isteri yang sah, hukumnya boleh menurut kesepakatan ulama. Demikian pernyataan imam Syaukani (Lihat Majalah Al Furqon Gresik, ed. 6 th. III hal. 46).

***

Di Jawab Oleh: Ust. Abu Ukkasyah Aris Munandar

Sumber jawaban dari muslim.or.id

hukum menikah muda

Hukum menikah muda ?

Pertanyaan :

Seperti apakah hukum ISLAM tentang menikah muda ?

Jawaban yang sudah ada :

Menikah di usia muda sangat dianjurkan, terutama di zaman sekarang ini. Nabi memerintahkan para pemuda untuk segera menikah. Imam Ahmad mengatakan, “Sepatutnya orang di zaman sekarang (pada zaman imam Ahmad -pen) untuk mencari hutang untuk menikah, supaya dia tidak memandang hal-hal yang tidak halal sehingga amal shalih yang dilakukan menjadi sia-sia.” (Ta’zhim As-Sunnah hal.23). Jika demikian di zaman imam Ahmad, bagaimana lagi dengan zaman sekarang?!

Ulama Mesir: Poliandri Sesat dan Menyesatkan

Syaikh Abdullah bin Sulaiman Al-Mani’, seorang anggota dari ulama senior Mesir mengatakan bahwa artikel jurnalis Saudi Nadine Al-Bedair yang dimuat di surat kabar Al-Masry Al-Yaum yang mengkampanyekan poliandri seperti bara api.

Dirinya menggambarkan bahwa penulis artikel Nadine Al-Bedair yang juga presenter TV Saudi TV tersebut sebagai orang yang mengkampanyekan ajaran yang sesat dan menyesatkan dengan menganjurkan para wanita untuk memiliki hak yang sama untuk memiliki pasangan lebih dari satu.

Syaikh Mani’ menyatakan bahwa persoalan tentang haramnya kesetaraan kaum perempuan khususnya menikah dengan lebih dari satu suami telah merupakan konsensus kaum muslimin secara umum.

Sebelumnya anggota parlemen dari partai al-Shaab yang juga pengacara Mesir Fouad Khaled Hafez telah mengajukan gugatan ke pengadilan terkait tulisan kampanye poliandri yang di tulis oleh Bedair di harian independen Al-Masry Al-Yaum.

Fouad Khaled Hafez menyatakan bahwa artikel Bedair telah mengkampanyekan sebuah pelanggaran etika dan moral secara terang-terangan, baik etika secara ajaran agama maupun etika secara hukum masyarakat.(Eramuslim/fq/imo)

Serangan Balik Pemuka Yahudi-Katolik-Islam Terhadap Hawking

ImageAkibat adanya buku The Grand Design yang menyimpulkan bahwa alam semesta bukan ciptaan Tuhan, kini Profesor Stephen Hawking mendapat perlawanan dari para pemimpin agama. Para pemuka agama tersebut menyerang balik kepada profesor muda tersebut, aksi serangan balik tersebut dipimpin oleh Uskup Agung Canterbury, Dr. Rowan Williams. Selain Dr. Rowan Williams serangan balik tersebut juga dilakukan oleh Vincent Nichols, Lord Sacks, Rabbi Kepala; dan Ibrahim Mogra, imam dan ketua Majelis Muslim Inggris.

Para pemimpin agama kini ramai-ramai menyerang Profesor Stephen Hawking. Dalam buku terbarunya, The Grand Design, fisikawan dunia asal Inggris yang lumpuh dan hidup di atas kursi roda itu menyimpulkan alam semesta bukanlah diciptakan oleh Tuhan. “Karena ada hukum gravitasi lah, alam semesta dapat dan akan tercipta sendirinya dari ketiadaan,” Hawking menyimpulkan.

Serangan balik itu tak kurang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Canterbury, Dr. Rowan Williams. Kepada The Times Uskup William menyatakan, “Iman terhadap Tuhan bukan soal mencari jawaban tentang bagaimana satu hal berkorelasi dengan hal lain di semesta. Ini adalah iman bahwa ada sesuatu yang Maha Cerdas dan Kuasa di mana segala hal di jagat raya ini bergantung pada keberadaanNya. Ilmu fisika saja tak akan mampu memecahkan misteri kenapa tercipta sesuatu dari ketiadaan.”

Serangan lain disuarakan oleh sejumlah pemuka agama lain sebagaimana dimuat dalam sebuah artikel di Majalah Eureka yang lalu dipublikasikan oleh The Times.

Salah satunya datang dari Vincent Nichols, pemimpin Gereja Katolik Roma di Inggris dan Wales; Lord Sacks, Rabbi Kepala; dan Ibrahim Mogra, imam dan ketua Majelis Muslim Inggris.

“Sains adalah soal penjelasan. Agama adalah tentang penafsiran … Injil semata-mata tak tertarik mengeksplor bagaimana alam semesta bisa tercipta,” kata Lord Sacks.

Vincent Nichols menambahkan: “Saya sepenuhnya setuju dengan apa yang diutarakan dengan sangat baik oleh Rabbi Kepala tentang hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.”

Sementara itu, Ibrahim Mogra dari Majelis Muslim Inggris menyatakan: “Jika kita amati alam semesta raya dan semua hal yang telah diciptakan, hal itu memperlihatakan bahwa ada ‘seseorang’ yang telah membuatnya jadi terwujud. Dan orang itu adalah Yang Maha Kuasa.”

Dalam bukunya yang lain dan paling terkenal, A Brief History of Time, Profesor Hawking tidak menihilkan peran tangan Tuhan dalam penciptaan dunia. Sebagaimana ditulisnya di buku yang diterbitkan pada 1988 itu: “Menemukan sebuah teori yang paripurna adalah kejayaan utama dalam hidup setiap manusia–di mana untuk itu kita perlu mengetahui pikiran Tuhan.”

Dalam buku terbarunya ini, Hawking menolak teori Sir Isaac Newton yang menyimpulkan bahwa alam semesta tidaklah tercipta secara spontan tetapi dibentuk perlahan-lahan oleh Tuhan. Di bulan Juni tahun ini, Hawking mengatakan kepada Channel 4 bahwa dia tidak percaya adanya Tuhan yang
‘personal.’

Kepada Genius of Britain dia juga pernah menyatakan: “Pertanyaannya adalah: apakah awal mula terbentuknya alam semesta ditentukan oleh Tuhan melalui alasan-alasan yang tidak kita pahami, ataukah itu sebetulnya ditentukan oleh hukum sains? Saya percaya yang kedua. Atau jika Anda mau, Anda bisa menyebutnya hukum dari Tuhan ‘sains’, tapi bukan oleh oleh Tuhan yang ‘personal’ yang bisa Anda temui atau tanyai.”

Sampai pensiun tahun lalu, Hawking adalah Profesor Lucasian di Departemen Matematika Universitas Cambridge. Ini jabatan prestisius yang sebelumnya disandang Newton.

Buku The Grand Design, yang ditulisnya bersama ilmuwan fisika Amerika, Leonard Mlodinow, akan diterbitkan 9 September mendatang.

tawaran baru dari Iran untuk AS

ImageTerkait program nuklir yang tengah dijalankan oleh Iran, kini AS beserta Eropa tengah berusaha untuk menyiapkan tawaran baru. Isi dari tawaran tersebut salah satunya yakni meminta Iran kirimkan 4.400 pon uranium. Namun, menurut NYT, para pejabat AS menilai usaha tersebut akan menemui kegagalan.

Amerika Serikat dan sekutu Eropanya mempersiapkan tawaran baru yang lebih tegas terhadap program nuklir Iran, dalam uji coba pertama dari sanksi ekonomi yang diperluas, lapor harian New York Times (NYT), Rabu.

Tawaran tersebut akan meminta agar Iran mengirimkan lebih dari 4.400 pon (1.995 kg) uranium yang belum diolah, jumlah itu dua pertiga lebih banyak dari jumlah yang ditolak Teheran dalam persetujuan sementara setahun lalu di Vienna, kata seorang pejabat senior kepada NYT. Peningkatan tersebut memperlihatkan kenaikan produksi uranium Iran dalam setahun terakhir dan kekhawatiran AS bahwa Iran memiliki kurang dari satu bom nuklir dari produksi uraniumnya, berdasar pada ucapan para pejabat dalam artikel yang disiarkan di situs NYT dan dipublikasikan dalam bentuk cetak, Kamis.

“Ini akan menjadi pengumuman pertama untuk melihat apakah Iran masih tetap teguh dalam pendiriannya atau mereka sudah siap untuk bernegosiasi,” kata pejabat senior Amerika itu. “Kami harus meyakinkan mereka kalau kehidupan akan menjadi lebih buruk, bukan membaik, bila mereka tidak mengubah sikap.”

Pejabat AS senior lainnya mengatakan AS dan mitra Eropanya berada sangat dekat untuk membuat suatu tawaran untuk diserahkan ke Iran. Namun republik Islam itu belum merespon permintaan Ketua Urusan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton yang mewakili negara-negara dunia dalam dialog dengan Iran untuk bertemu di Wina pada pertengahan November.

NYT menyebutkan banyak pejabat AS memperkirakan inisiatif baru yang sedang disusun akan gagal, walau tetap menunjukkan kalau Presiden Barack Obama memenuhi janjinya untuk tetap bernegosiasi meski ada tekanan dari peningkatan sanksi. Iran telah memberikan tanda bahwa pihaknya siap untuk mendiskusikan kemungkinan pertukaran bahan bakar atom tersebut dengan reaktor hasil penelitian Teheran dalam pembicaraan mendatang setelah konsultasi sebelumnya terputus tahun lalu antara republik Islam tersebut dengan kelompok Wina yang terdiri atas Perancis, Rusia, AS, dan badan pengawas atom Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Berdasarkan isi proposal awal yang difasilitasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran akan mengrimkan lebih dari 2,600 pon (1.200Kg) uraniumnya yang belum diolah ke Rusia dan Perancis untuk dikonversi menjadi tabung pelindung reaktor nuklir (fuel rod) yang dibutuhkan oleh reaktor Teheran. Mei lalu, Iran merespon proposal itu dengan membuat proposal tandingan yang difasilitasi Turki dan Brasil yang ditentang Barat, sebelum akhirnya Dewan Keamanan PBB memberlakukan sanksi baru atas Teheran kurang dari sebulan setelahnya. Beberapa negara mengenakan sanksi lanjutan secara sepihak.

obama menolak sebut negara pakistan teroris

ImageObama dalam menyampaikan jawaban terhadap pertanyaan yang diajukannya mengenai Pakistan, ternyata menolak untuk mengatakan bahwa Pakistan adalah negara teroris. Hal ini disampaikannya di salah satu universitas yang berada di India yang membahas tentang topik terorisme. Obama justru menginginkan agar Amerka dan Pakistan untuk bekerjasama memberantas terorisme.

Pernyataan ini disampaikan Obama menjawab pertanyaan mahasiswa pada kunjungannya ke Universitas St. Xaiver, Mumbai, India, Minggu, 7 November 2010. Obama mendapat pertanyaan mengapa AS tidak memberi label Pakistan sebagai negara teroris. Pertanyaan ini adalah salah satu pertanyaan dalam rangkaian pertanyaan mengenai terorisme yang dialamatkan kepada Obama.

Topik terorisme merupakan topik yang panas di India. Sebelumnya, pada Sabtu 6 November 2010, Obama mendapat pukulan dari media India karena tidak menyebut Pakistan sebagai negara teroris.

Pertanyaan pertama yang dialamatkan untuk Obama adalah “Bagaimana jihad menurutmu?” dan Obama mengatakan bahwa jihad mempunyai banyak interpretasi dan makna dalam agama Islam. Para teroris, ujar Obama, menggunakan alasan jihad untuk membenarkan aksi mereka.

“Kami semua tahu bahwa agama yang luar biasa ini digunakan beberapa ekstrimis untuk membenarkan kekerasan mereka terhadap orang-orang tidak bersalah. Jadi, saya pikir, salah satu tantangan yang kita hadapi sekarang adalah bagaimana kita mengisolasi mereka yang mempunyai pemahaman salah mengenai perang agama ini,” ujarnya.

Selain pertanyaan-pertanyaan menyangkut terorisme dan kekerasan, Obama juga ditanya mengenai prinsip-prinsip Gandhi dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya terkadang frustasi dengan bagaimana saya tidak dapat mencontoh mereka. Namun saya berusaha sekuat tenaga untuk menerapkan prinsip-prinsip yang menjadi dasar semua agama di dunia, yaitu melihat dirimu sendiri pada diri orang lain,” ujar Obama merujuk kepada Mahatma Gandhi dan Martin Luther King Jr.

Obama berbicara di hadapan ratusan mahasiswa, tujuan utamanya adalah menekankan persamaan kepentingan dan nilai-nilai antara AS dan India. Mahasiswa yang mengaguminya telah menunggu berjam-jam untuk melihat Presiden AS itu naik ke podium. “Kami menyebutnya raja dunia. Saya merasa dia dapat mengubah dunia,” ujar salah satu mahasiswa Chetman Rawal.

mengobarkan dzikir kita

Kobaran dzikir datangkan sakinah, malaikat akan menaungi dengan sayap-sayap terbentang. Dia akan menghambar jiwa lisan mengumbar ghibah, melempar dusta dan berlaku zhalim.

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku. (Al-Baqarah : 152).

Dzikir adalah tali koneksi antara Allah dengan seorang hamba. Barang siapa yang mengingat Allah maka Allah akan mengingatnya. Barang siapa yang melupakan Allah maka Allah juga akan melupakannya, membiarkannya larut, hanyut dan tenggelam dalam kealfaan yang panjang. Larut dalam gulita hati dan kekeruhan ruhani. Hanyut dalam kekerasan hati dan ketulian kalbu. Kita butuh mengingat Allah karena kita memang membutuhkannya. Allah tidak perlu agar kita mengingat-Nya kitalah yang menghajatkan-Nya. Mengingat Allah adalah refleksi syukur kita sedangkan melupakan-Nya adalah ungkapan nyata kekufuran kita.

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui (Ali Imran : 135).

Setiap kita pasti akan pernah alfa, setiap kita pasti akan pernah lalai sebagai sifat dasar yang melekat dalam diri kita masing-masing. Namun sebaik-baik manusia yang berlaku salah adalah yang segera kembali ke akar penciptaannya, akar fitrah yang juga melekat pada dirinya. Segera dzikir dan ingat pada Allah, memohoan ampunan-Nya, mengemis welas asih-Nya, meratapi dosa-dosanya di depan kasih sayang-Nya. Karena dia sadar hanya Allah yang Mahalapang rahmat-Nya, Yang Mahakasih. Rahmat-Nya lebih luas daripada murka-Nya, rahmat-Nya mengalahkan murka-Nya.

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (Ali Imran : 191).

Orang-orang yang berakal akan senantiasa mengingat Allah, akan senantiasa merapat ke hadirat-Nya, akan senantiasa merindukan-Nya, akan merasa asyik masyuk bersama-Nya. Dia akan senantiasa ingat dan dzikir kepada Allah dalam segala kondisinya, dalam segala hal dan waktunya, seluruh lorong waktunya terasa dengan dzikir pada-Nya. Saat berdiri dia ingat Allah, saat duduk dia ingat Allah, saat berbaringpun dia ingat Allah. Dia dekat dengan Allah, dengan dengan asma-asma-Nya, dengan dengan kekuasaan-Nya, dekat dengan kehendak dan iradat-Nya. Bagi-Nya adalah segala-Nya, di atas segala cintanya, termasuk terhadap dirinya ssendiri.

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (An-Nisaa’ : 142).

Hal yang sebaliknya terjadi pada para munafik, yang hanya mengingat Allah dengan volume yang sangat sedikit, kalaupun dia mengingat Allah maka akan dia lakukan saat berada di tengah banyak manusia, karena ingin mendapat puji-pujian dan apresiasi dari tindakannya. Namun hatinya sepi dari dzikir hakiki, nurani kosong dari dzikir hakiki. Berdirinya adalah kemalasan mengingat Allah, salatnya dilakukan dengan ogah-ogahan dan berat. Dia bukan ingin pujian dari Allah namun ingin pujian dari manusia. Riya’ menjadi selimut jiwanya sehingga manusiapun merasakannya.

Radar keimanan orang yang bertakwa akan senantiasa bergetar keras mana kala ada bisikan jahat yang akan menghancurkan dirinya, menenggelamkan dirinya dalam maksiat kepada Allah. Radar keimanan demikian aktif menyadap virus-virus jahat yang mungkin menjangkiti dirinya. Radar keimannannya menyala tatkala ada serbuk dosa ditebarkan untuk meracuninya.

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya (Al-A’raf : 201).

Kebeningan hatinya mampu menyingkap kesalahan apa yang dia lakukan saat itu, kekeliruan apa yang sedang mengintai dirinya, kejahatan apa yang sedang dibidikkan padanya. Nuraninya, tajam berkat dzikirnya selama ini dia panjatkan kepada Allah.

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (Al-A’raaf : 205)

Manusia bertakwa akan senantiasa berdzikir dalam hatinya dengan perasaan rendah diri tak berdaya di hadapan-Nya, dengan perasaan takut menyelimuti jiwanya. Suaranya rendah dalam kobaran dzikirnya yang menyala dalam hatinya di pagi hari dan petang, di ubun-ubun siang dan di jantung malam. Kobaran dzikirnya membubung ke menyentuh Arasy Sang Maha Rahman. Suara sunyinya demikian gemuruh di tengah para malaikat, demikin melengking di tengah gemuruh tasbih malaikat yang mengitari Baitul Makmur.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal (Al-Anfaal : 2).

Gemetar hati mereka manakala nama Allah disebut, dzikir segera meluncur dari mulutnya membasahi lidahnya, memenuhi dadanya. Iman mereka melonjak tatkala ayat-ayat Allah dikumandangkan dan dialunkan. Tawakkal menjadi hiasan hidupnya, memagari setiap geraknya.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram (Ar-Ra’d : 27).

Dalam dzikir mereka ada tobat yang muncul karena berimanannya kepada Allah. Hati mereka merada damai, tenteram dan lembut dalam derasnya dzikir yang mengalir dari samudera keimanannya. Ketenteraman menghiasi hidupnya, melingkupi ruang jiwanya, memadati kekosongan hatinya. Dia damai dalam dzikirnya. Tenteram saat mengingat Allah.

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas (Al-Kahfi : 28).

Orang sering berpaling pada dunia, mabuk di dalamnya, hanyut di arunya manakala dzikir tidak mengalir deras dari hatinya melalui gelombang lisannya. Orang akan silau dengan dunia manakala dzikir demikian sepi dari bibirnya. Maka orang-orang bertakwa akan senantiasa memilih teman dan kawan yang senantiasa menyeru Tuhannya pagi dan petang karena dia sadar bahwa teman yang baik akan mengantarkannya pada kebaikan, menggiringnya menuju surga Tuhan. Menghindarkannya dari godaaan syetan, menghindarkannya dari neraka Jahannam. Kecerdasan memilih teman akan menyelamatkan, dan kelalaian dalam berteman akan mencelakakan.

laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang (An-Nuur : 37).

Manusia dzikir tidak akan pernah terlalaikan oleh bisnis mereka, oleh jabatan mereka, oleh tugas-tugas kenegaraan mereka, oleh niaga-niaga mereka, oleh ana-anak mereka, harta-harta mereka karena dia telah mengingatkan diri dengan langit, menyambungkan jiwa dengan Penguasa langit dan bumi. Jiwa senantiasa mempersiapkan diri untuk semua “pertemuan akbar” di Padang Mahsyar tatkala semua perbuatan dipertanyakan, tatkala semua ucapan dipersoalkan, tatkala semua tindakan dimintai pertanggung jawaban. Saat hati mengalami guncangan besar, saat jiwa dirasuki ketakutan.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (Al-Ahzaab : 21).

Manusia dzikir akan mampu meneladani Rasulullah dalam semua tingkah lakunya, dalam semua derap langkahnya, dalam semua paradigma pikirnya. Rasulullah menjadi idolanya, Rasulullah menjadi kiblat perilaku moralnya. Karena dia senantiasa mengingat Allah. Karena dzikir berkobar menyala di jantung hatinya. Dia akan senantiasa ingat firman-Nya. Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya (Al-Ahzaab : 41). Dia senantiasa mampu memperbesar gelombang dzikirnya dalam sepi dan ramai, dalam suka dan duka, dalam susah dan senang.

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya (Az-Zumar : 23)..

Kult manusia dzikir akan bergetar manakala ayat-ayat Allah yang mulia itu dikumandangkan, dialunkan dan dilantunkan. Namun tenanglah mereka saat mengingat Allah. Kitab Allah yang melahirkan damai, ketenangan dan kesejukan jiwa dan obat bagi para pembacanya. Jiwa raga yang dselimuti Al-Quran akan terasa demikian kuat, kokoh dan ajeg karena mata air hikmahnya mengandung obat mujarab yang memberikan ketenangan.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi (Al-Munafiquun : 9)

Kerugian akan menimpa manusia-manusia yang lupa Allah karena ana-anak mereka. Kerugian akan menimpa manusia-manusia yang tidak menjadikan dzikir sebagai agenda hidupnya. Allah memperingatkan orang-orang beriman agar mereka tidak lupa kepada Allah gara-gara anak-anak mereka, gara limpahan harta mereka. Allah memperingatkan hal ini karena pada harta itu sering menarik pada tindakan melupakan Allah dan anak-anak sering pula melalaikan kita kepada Allah. Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan Al-Muzammil : 8), Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.(Al-Insaan : 29).

Mari kita kobarkan dzikir kita di nafas subuh, di ubun siang, diremang senja dan di jantung malam. Sebab dalam dzikir itu ada banyak mamfaat:

Dzikir kita akan mengusir, menangkal dan menghancurkan syetan. Membuat Allah ridha dan syetan menjadi murka. Dzikir hilangkan risau, gelisah, gundah, suntak dan menghadikrkan ketenangan.

Dengan dzikir segala keburukan menjadi sirna, kalbu menjadi kuat, badan menjadi sehat, memperbaiki yang lahir dan batin. Wajah terang dan wajah bersinar, rezeki menjadi gampang, ada wibawa mengitari dirinya ada ketenagan menjalar di segala arah.

Dalam kobaran dzikir istiqamah akan kokoh, kebenaran akan menghampiri, muraqabah akan tinggi,ihsan akan terengkuh, iman akan meneguh, tauterus merambat, inabah akan merayap, taqarrub menjadi mudah, makrifat menjadi terbuka dan khasyah berkilauan.

Dzikir adalah makanan ruhani sebagaimana nutrisi adalah makanan bagi tubuh. Ia adalah pembersih jiwa, pembening hati pengusir lalai dan penakluk syahwat. Kelalaian lenyap bersamanya. Ia adalah lentera bagi bagi gulitanya jiwa, pelebur dosa, lenyapkan nestapa.

Kobaran dzikir datangkan sakinah, malaikat akan menaungi dengan sayap-sayap terbentang. Dia akan menghambar jiwa lisan mengumbar ghibah, melempar dusta dan berlaku zhalim. Membuat teman duduknya tenteram. Ia adalah tanaman surga yang akan dipetik oleh orang yang rajin menyiramninya.

Kobaran dzikir mencegaj kepikunan, mengatasi kelalaian. Hatinya senantiasa menatap akhirat dan mengabaikan dunia. Ia adalah pondasi dan ouncak syukur.

Dzikir adalah api yang aktif bekerja menyirnakan sisa-sisa dosa kita, menghilangkan noda-noda kejahatan kita. Gunung, langit, bumi dan semesta selain syetan durjana bangga dengan dzikir-dzikir manusia.

Dalam kobaran dzikir ada kelezatan yang luar biasa, ada kenikmatan tiada tara.

Kobaran dzikir yang terus menyala akan menjadi saksi bahwa kita benar-benar mencinta Sang Maha Kuasa. Di kobarannya kita masuk dengan damai dan tentram bersama Allah.